Home / berita umum / Dampak Momen Salah Tangkap Merubah Kehidupan Sri

Dampak Momen Salah Tangkap Merubah Kehidupan Sri

Dampak Momen Salah Tangkap Merubah Kehidupan Sri – Korban peradilan sesat, Sri Mulyati (43) sudah memperoleh rubah rugi uang dari pemerintah. Tetapi moment salah tangkap yg dirasakannya mengedit kehidupan keluarga Sri dengan cara permanen.

Sri adalah ibu dari 4 putri dengan suaminya bernama Hendra Wijaya. Sebelumnya kehidupan Sri biasa saja, simple seperti banyak tetangga.

Tetapi moment 8 Juni 2011 terus mengedit keseluruhan kehidupannya. Dia dijemput polisi serta dituding mengerjakan tindak pidana perdagangan anak ialah mempekerjakan anak dibawah usia dalam sesuatu karaoke tempatnya kerja jadi kasir.

Pengadian Negeri (PN) Semarang menjatuhkan huuman 8 buan penjara serta denda Rp 2 juta subsider 2 bulan penjara. Pengadilan Tinggi (PT) Semarang lantas memperberat hukuman berubah menjadi 1 tahun 2 bulan serta denda Rp 2 juta.

Kala menekuni hukuman dibalik jeruji besi Lapas Wanita Bulu Semarang, kehidupan rumah tangganya kalut. Tiga putrinya mesti putus sekolah. Suaminya bahkan juga pernah masuk ICU lantaran sakit yg terkena serta Sri gak dapat menjenguk.

” Yg tetap sekolah yg paling akhir, saya pertahankan itu, ” kata Sri terhadap detikcom saat lalu. Putri terakhir kalinya itu ikut alami trauma disaat bersua anggota polisi kala itu. Bahkan juga saat ini menurut Sri trauma itu tetap ada, sang anak risau ibunda kembali diangkut.

” Hingga saat ini tetap trauma, ” ujar Sri.

Putri ke dua Sri mesti menikah awal di umur belia yg selayaknya tetap duduk di bangku SMP. Lantas putri pertamanya ikut saat ini udah menikah, dan putri ke-tiga kerja ke luar pulau Jawa.

” Menikah pertama itu anak ke dua. Ya usianya harusnya tetap SMP. Saat ini yg satu turut mertua di Ungaran serta yg satunya kembali turut saya, ” kata Sri.

Sri memang berubah menjadi tulang punggu keluarga hingga disaat dia dibui anak-anaknya mendukung mencari nafkah. Sehabis keluar penjara lantas Sri mesti banting tulang lantaran suami sudahlah tidak dapat kerja lantaran diabetes.

Saat ini dia kerja di 3 tempat juga sekaligus. Waktu 05. 00 hingga 12. 00 mendukung dalam rumah makan, lantas ubah mendukung bersih-bersih di daerah Gombel hingga jam 16. 00, lantas ke warung di Jalan Cimanuk V buat menggoreng peyek sampai jam 21. 00.

” Dalam rumah numpang tidur saja, haha. Ya hingga rumah bersih-bersih sama tolong persiapan sekolah anak. Tidur sangat 2 hingga 3 jam. Penerimaan dari 3 tempat itu keseluruhan ya lebih kurang Rp 2, 5 juta 1 bulan, ” pungkasnya.

Uang itu udah di terima Sri hari Rabu (5/3) terus serta langsung habis lantaran dimanfaatkan buat membayar utangnya. Sri ikut mengemukakan sejak mulai dia diamankan hingga saat ini, ia belumlah sempat bersua dengan bosnya disaat kerja di karaoke itu.

” Belum juga, hingga saat ini belumlah sempat berjumpa, ” kata Sri.

About admin