Home / Olahraga / Dua Pemain Heritage Impor Jadi Sekarang Semua Dipukul Rata Jadi Tiga

Dua Pemain Heritage Impor Jadi Sekarang Semua Dipukul Rata Jadi Tiga

Dua Pemain Heritage Impor Jadi Sekarang Semua Dipukul Rata Jadi Tiga – CLS Knights Indonesia mengincar lolos playoff di Asean Basket League (ABL) 2018-2019. CLS memercayakan kursi pelatih pada Brian Rowsom serta meningkatkan amunisi baru.

CLS dengan sah melaunching team untuk melalui ABL musim depan. CLS mengharap dapat melakukan perbaikan tampilan sesudah finish di posisi ke-7 musim kemarin dengan defisit kemasukan sampai 127.

“Tentunya kita ingin maju ke playoffs. Tetapi semua mesti dengan diawali konsentrasi CLS Knights ini, yaitu fresh start serta great tim chemistry,” kata Managing Patner CLS Knights Indonesia, Chistopher Tanuwidjadja, selesai rilis team di GOR CLS Kertajaya, Rabu (7/11/2018).

Untuk mengangkat misi itu, Chistoper mengubah kemampuan team. Termasuk juga pelatih. CLS mengambil Brian Rowsom serta turunkan Koko Heru Wahyu Nugroho menjadi asisten pelatih bersama dengan Ricky Dwi Tauri.

Diluar itu CLS meningkatkan scuad dengan pemain asing. Yaitu, Montay Brandon, yang mempunyai tinggi 203 cm, Stephen Lane Hurt (211 cm), serta bekas pemain Saigon Heat, Macxie Esho (206 cm).

Ya, CLS manfaatkan peraturan baru masalah pemain asing di ABL. Bila awal mulanya ditata semasing team bisa menggunakan dua pemain world impor serta dua pemain heritage impor jadi sekarang semua dipukul rata jadi tiga pemain world impor. Tetapi, mulai musim ini, pemain keturunan dipandang seperti pemain lokal bila mereka penuhi beberapa prasyarat yang dipastikan ABL.

“Kami ikut mendatangkan tiga bigman yang dapat lari dan untuk pemain lokal akan memperoleh peluang, kesempatan ini akan tampil beda. Kedatangan bigman ini dapat membawa efek yang positif buat team,” tutur pria yang akrab dipanggil Itop itu.

CLS meningkatkan poin guard dari tim nasional Singapura, Wong Wei Long serta Brandon Jawanto. Dengan mempunyai darah Indonesia, dua pemain itu dipandang pemain lokal.

“Mereka berdua mempunyai orangtua asal Indonesia. Wong Wei Long mempunyai ke-2 orangtua yang lahir dari Indonesia serta Brandon Jawanto memilik bapak dari Bali. Dengan begitu mereka dapat dipandang seperti pemain lokal,” tutur Itop.

Dengan kemampuan itu, pelatih CLS, Brian Maurice Rowsom, optimis menyongsong pertandingan ABL.

“Selama ini saya begitu berkesan dengan semangat kerja keras semua pemain dilapangan. Terutamanya beberapa pemain lokal,’ tutur Roowsom.

“Pandangan intelektualitas basket mereka begitu bagus serta mereka belum pernah senang untuk selalu meningkatkan kemampuan mereka serta menjadi pelatih saya terasa terbantu oleh attitude serta ethic mereka,” bekas pebasket NBA di team Indiana Pacers serta Charlotte Hornets pada tahun 1987-1990 itu memberikan.

About admin