Home / berita umum / Guru SMP Di Bengkulu Beri Laporan Kepala Sekolahnya Ke Polisi Karena Melakukan Pemukulan

Guru SMP Di Bengkulu Beri Laporan Kepala Sekolahnya Ke Polisi Karena Melakukan Pemukulan

Guru SMP Di Bengkulu Beri Laporan Kepala Sekolahnya Ke Polisi Karena Melakukan Pemukulan – Guru SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, Yuli Setiawati, memberikan laporan kepala sekolahnya ke polisi. Pelaporan itu buntut pemukulan dirasakannya pada Kamis (22/2).

” Kemungkinan apabila luka fisik dalam berapa minggu dapat hilang, tetapi trauma tak dapat sangat saja. Ini sama dengan dengan permalukan profesi guru, lebih-lebih kala peristiwa dipandang banyak siswa, ” kata Yuli di Bengkulu. Demikianlah dilansir dari Pada, Jumat (23/2).

Peristiwa pemukulan berasal dari panggilan kepala sekolah kepadanya. Akan tetapi saat yg bertepatan, Yuli lagi tengah mengawasi ujian praktek siswa di laboratorium IPA.

Dia memberi kabar relasi kerjanya bahwa bakal menjumpai kepala sekolah selesai ujian. Tetapi tak lama, nyata-nyatanya kepala sekolah berinisial SP masuk ke area tempat Yuli mengawasi selanjutnya memarahinya lantaran tak mempedulikan panggilan.

” Bahkan juga dia hingga menyebutkan, ‘setop ujian, kan saya panggil’, ” kata Yuli menirukan kepala sekolah.

Akan tetapi sang guru masih berasumsi bahwa keperluan siswa dalam ujian lebih paling utama. Lebih-lebih ini juga bentuk persiapan buat siswa yg bakal hadapi ujian akhir kelas IX.

” Dia menarik tangan saya di depan banyak siswa, saya tak terima serta coba melewatkan diri, ” lanjutnya.

Kepala sekolah juga pernah menarik kerah busana korban yg bikin korban terjatuh. Sebentar sehabis bangkit, SP memukul mata kiri Yuli maka lebam. Dia juga luka di siku serta memar di pinggang belakang yg dikira ditendang SP.

Yuli menganggap perbuatan kepala sekolahnya ini tak terlepas dari masalah di hari terlebih dahulu. Kala itu, dia memohon bendahara sekolah utk dibelikan kertas lakmus serta sinyal PH banyak empat set.

Akan tetapi yg dibelikan cuma dua set, sesaat sinyal PH serta kertas lakmus ini diperlukan utk ujian praktek.

” Saya bertanya ke bendahara, ujarnya habis di tokonya. Tetapi kala ditanyakan ke tempat beli nyata-nyatanya persediaan senantiasa ada, ” kata dia.

Biar tak mengganggu sistem ujian, Yuli beli kebutuhan itu dengan duit pribadi. Akan tetapi kala dia mau ajukan perubahan, bendahara sekolah tak dapat menggantinya dengan argumen pembelian tak memanfaatkan kuitansi sekolah serta sekolah juga lagi tengah tdk miliki duit kas.

” Dia (bendahara) berbohong lakmus itu habis, juga bohong bab harga yg nyata-nyatanya lebih murah dari yg dikatakannya ke kepala sekolah, ” sebut Yuli.

Masalah dengan bendahara tentang perubahan duit pribadi Yuli utk kebutuhan sekolah itu berjalan pada Kamis pagi saat sebelum ujian.

Kala ujian berjalan kepala sekolah mendatangi laboratorium tempat korban mengawasi siswa praktek.

” Saya udah menganggap ini karna peristiwa pagi itu (masalah dengan bendahara), sebab terlebih dahulu saya tdk sempat miliki permasalahan atau pertengkaran dengan kepala sekolah, ” pungkasnya.

About admin