Home / berita umum / Jokowi Memilih Empat Tokoh Itu Dengan Matang

Jokowi Memilih Empat Tokoh Itu Dengan Matang

Jokowi Memilih Empat Tokoh Itu Dengan Matang – Presiden Jokowi menyebutkan empat tokoh berkesempatan berubah menjadi akan cawapresnya di Pemilihan presiden 2019 yang akan datang. Empat itu yakni Bekas Ketua MK Mahfud MD, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Akan tetapi belumlah di ketahui siapa yang sangat berkesempatan besar digaet Jokowi berubah menjadi calon wakil presiden. Periset Divisi Hukum serta Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengemukakan, pada periode 2014-2019, Presiden Jokowi masih tetap mempunyai kekurangan dalam rumor penegakan hukum.

Untuk tutup celah kekurangan itu, Jokowi dianjurkan pilih profil yang rekam jejaknya bersih. Bebas pelanggaran hukum terutamanya pendapat korupsi.

“Harus diseleksi dari segi integritas karena Jokowi kan kurang dalam bagian hukum, jadi terpenting mencari cawapres yang mempunyai kemampuan menutupi itu, ” kata Donal waktu dihubungi mass media, Senin, 16 Juli 2018.

Donal mengemukakan, semakin lebih baik lagi bila Jokowi menyerahkan nama akan cawapresnya untuk dicek KPK. Maksudnya supaya dianya tidak salah pilih orang yang punya potensi tersandera permasalahan hukum.

” Bukan sekedar masalah bagaimanakah kelak di kampanye, namun masalah jalannya pemerintahan itu yang sangat terpenting nanti. Rekam jejak itu pasti harus menjadi pertimbangan, ” katanya.

Sekarang ini, menurut Donal, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dinilai salah satu yang pas berubah menjadi cawapres untuk Jokowi pada Pemilihan presiden 2019.

” Saya berfikir serta berani untuk berusaha untuk tawarkan nama yang baik, Profesor Mahfud, ” papar Donal seperti dikutip dari Jawapos. com

Dia menilainya, Mahfud penuhi tiga prasyarat baik berubah menjadi calon wakil presiden, yaitu bersih serta negarawan karena sempat berubah menjadi Ketua MK, mempunyai visi penegakan hukum serta demokrasi yang kuat, dan berkelanjutan karena adalah Guru Besar Hukum.

” Jadi Mahfud ini berani melawan mafia hukum serta mafia usaha, ” katanya.

Terpisah, pengamat politik dari Kampus Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi mengemukakan Mahfud mempunyai nilai plus. Yaitu memiliki pengalaman dalam pemerintahan karena sempat berubah menjadi Menteri Hukum serta Perundang-Undangan, dan Menteri Pertahanan.

Lebih jauh, Airlangga mengungkap berdasar pada hasil survey The Initiative Institute pada 10-15 Juli 2018, Mahfud MD juga dipandang lebih wajar berubah menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi karena diketahui menjadi tokoh Islam serta profesional. Bila didampingi Mahfud, kata Airlangga, Jokowi dapat mencegah rumor politik jati diri serta SARA.

” Pak Mahfud ini dekat dengan orang-orang Islam, tidak saja Islam moderat namun semuanya grup, ” ujarnya.

About admin