Home / berita umum / Karena Gangguan Jiwa, Nawir Tebas Neneknya Sampai Tewas

Karena Gangguan Jiwa, Nawir Tebas Neneknya Sampai Tewas

Karena Gangguan Jiwa, Nawir Tebas Neneknya Sampai Tewas – Perbuatan cucu pada nenek serta ibunya di Kampung Bulo-bulo, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulsel, ini benar-benar biadab. Nawir (25), tegas menebas neneknya, Daeng Cani (70) serta ibu tirinya, Johra, (49), yg tengah asik mencari kutu di tempat tinggalnya, Jumat (7/9) sore.

Karena itu, Daeng Cani wafat ditempat gara-gara luka tebasan parang yg cukuplah kritis. Sesaat, Johra, kondisinya urgent sebab luka kritis di punggung serta tangannya yg dimanfaatkan buat menangkis serangan Nawir.

Johra pernah dibawa ke Puskesmas Bontolempangan, ke RS Syekh Yusuf Gowa serta saat ini dirujuk ke RS Ibnu Sina, Makassar. Kabar dihimpun kepolisian pemeran udah lebih dari kedua kalinya masuk rumah sakit jiwa serta senantiasa lari dari rumah sakit itu.

” Dikira pemeran lakukan tindakan itu pada korban sebab situasi kejiwaannya kembali terganggu atau kambuh. Serta sekarang anggota di lapangan tengah menyisir area buat mencari kehadiran pemeran yg melarikan diri selesai melukai korbannya sebab pemeran ini tetap kuasai parangnya, ” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, kala dilakukan konfirmasi, Sabtu (8/9).

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan memaparkan, sebelumnya didapati bila pemeran Nawir tengah tidur di tempat tinggalnya namun tak diduga keluar rumah membawa parang. Pemeran lantas menebas Johra, ibu tirinya dari belakang yg tengah mencarikan kutu Daeng Cani dalam rumah sisi.

Johra mengusahakan menangkis serta dalam situasi luka kritis dia sukses terlepas dari serangan Nawir lantas lari tinggalkan Daeng Cani buat mencari pertolongan.

” Ditengah jalan Johra berjumpa Sangkala suaminya serta dia langsung dibawa ke puskesmas. Sesaat anggota Babinkamtibmas yg memperoleh kabar peristiwa itu langsung ke area peristiwa serta tak lagi menemukannya pemeran. Yg ada cuma Daeng Cani, juga mengenai tebas serta udah wafat, ” kata AKP Mangatas Tambunan.

Dia memberi tambahan, pemeran sekarang masihlah dalam pengejaran serta anggota yang lain juga tengah mencari kebenaran bab perkiraan problem jiwa pemeran dengan tunggu surat info jiwanya dari rumah sakit.

About admin