Home / berita umum / Polisi Tangkap Pembuang Limbah Medis 476 Kg ke Sungai Karawang

Polisi Tangkap Pembuang Limbah Medis 476 Kg ke Sungai Karawang

Polisi Tangkap Pembuang Limbah Medis 476 Kg ke Sungai Karawang – Polisi tangkap pria inisial S (28) yang dipandang bertanggung-jawab pada perkara pencemaran lokasi perlindungan mangrove di pesisir utara Karawang, Jawa Barat. S diputuskan jadi terduga pembuangan 476 kilo-gram sampah medis punya Rumah Sakit Budi Asih Bekasi.

” Pemeran pelaku karyawan PT Mahardika Tangguh Sentosa. Kami amankan di lokasi BSD Tangerang tempo hari, ” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya kala jumpa wartawan perkara tersebut di Mapolres Karawang, Jumat (14/9/2018) .

Menurut Slamet, S yaitu sopir Mahardika Tangguh Sentosa. Pada Sabtu malam (8/9) , S mengangkat 476 kilo-gram sampah medis dari RS Budi Asih memanfaatkan mobil pikap hitam nomer polisi B 9233 IZ.

Pada manajemen RS Budi Asih, S mengakui bakal mengangkat sampah mereka buat dihilangkan di PT Tenangjaya Sejahtera, suatu perusahaan sampah di Telukjambe, Karawang. ” Akan tetapi rupanya itu tidak dijalankan. Yang terkait justru membuangnya ke sungai dekat perlindungan mangrove, ” tutur Slamet.

Pemeran juga menyetujui kesepakatan sepihak dengan RS Budi Asih. Slamet cerita, sesungguhnya Mahardika Tangguh Sentosa tengah berhenti mengangkat sampah medis dari RS Budi Asih semenjak Maret 2018. Akan tetapi, Slamet menuturkan, S justru menghubungi rumah sakit serta menyebutkan kalau sampah itu dapat diangkut.

” Pemeran serta pihak RS Budi Asih lakukan kerja sama dengan lisan tiada sepengetahuan Mahardika Tangguh Sentosa, ” ujar Slamet.

Tiap-tiap mengangkat sampah, S dibayar dengan tunai oleh manajemen RS Budi Asih. Format pembayarannya yang tidak biasa.

” Jika dengan Mahardika umumnya transfer, namun pemeran membuat perubahan format pembayaran dari transfer ke tunai, ” Slamet memberi tambahan.

Perbuatan S, menurut Slamet, tidak mematuhi Masalah 104 juncto Masalah 60 UU RI Nomer 32 Tahun 2009 perihal Perlindungan serta Pengelolaan Lingkungan Hidup. ” Pemeran terancam penjara saat tiga tahun atau denda sangat banyak tiga miliar rupiah, ” tutur Slamet.

About admin